Bandung merupakan salah satu kota terbesar dan paling penting di Indonesia — bukan hanya dari sisi pembangunan, tetapi juga dari segi sejarah, budaya, pendidikan, dan dinamika sosial. Kota ini tidak serta-merta menjadi besar begitu saja; perjalanan Bandung melintasi berbagai periode sejarah yang panjang dan sarat makna.

Dalam artikel ini, kamu akan mengetahui sejarah lengkap Kota Bandung dari masa kolonial Belanda hingga era modern saat ini, termasuk perubahan nama, perkembangan wilayah, serta peristiwa penting yang membentuk karakter Bandung sebagai “Paris van Java”.
📌 Jika kamu ingin tahu tempat-tempat hits di Bandung yang cocok untuk liburan masa kini, baca juga: 15 Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 yang Lagi Viral.
1. Asal Usul Nama Bandung
Nama “Bandung” diduga berasal dari kata “Ba” dan “Dung” yang dalam Bahasa Sunda berarti air yang membendung, merujuk pada aktivitas pembendungan sungai Cikapundung di wilayah ini. Sungai ini menjadi unsur penting dalam kehidupan masyarakat Sunda pra-kolonial.
Sebelum dikenal sebagai kota, daerah Bandung merupakan wilayah bernama Kawedanan Bandung, tempat pemukiman suku Sunda dengan kegiatan agraris dan perdagangan kecil di sekitar sungai.
2. Bandung pada Masa Kerajaan Sunda
Pada awalnya, kawasan Bandung termasuk wilayah Kerajaan Pajajaran (sekitar abad ke-14 hingga abad ke-16). Pajajaran merupakan kerajaan agraris yang kuat di tatar Sunda.
Pusat pemerintahan dan ekonomi berada di wilayah yang sekarang menjadi bagian utara Kota Bandung, terutama di dekat sungai Cikapundung. Aktivitas rakyat saat itu lebih banyak bertani, berdagang, dan berhubungan dengan kerajaan-kerajaan tetangga.
3. Kedatangan VOC dan Awal Pembangunan Kolonial
Mulai akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) mulai memperluas pengaruhnya ke wilayah Priangan, termasuk Bandung. Tujuan VOC saat itu bukan hanya perdagangan, tetapi juga eksploitasi komoditas seperti kopi dan teh.
Namun, Bandung belum menjadi kota penting secara administratif sampai akhir abad ke-19 ketika kekuasaan kolonial Belanda membuka jalur kereta api menuju Bandung dari Jakarta (dulu Batavia).
4. Bandung sebagai Pusat Perhubungan (1884-1906)
Pembangunan jalur kereta api Batavia–Bandoeng yang selesai pada 1884 menjadi momen penting dalam sejarah Bandung. Rute ini menghubungkan Bandung dengan pusat pemerintahan kolonial di Jakarta dan membuka peluang pesatnya pertumbuhan kota.
Kedatangan transportasi modern tersebut menjadikan Bandung strategis sebagai pusat logistik, perdagangan, dan koneksi antar wilayah.
5. Era Pemerintahan Kolonial Belanda (1906-1942)
Pada tahun 1906, Bandung resmi ditetapkan sebagai kota administratif. Era ini ditandai dengan percepatan pembangunan infrastruktur, perumahan bergaya kolonial, dan tata kota yang lebih teratur.
Beberapa ciri khas perkembangan Bandung pada masa kolonial:
- Pembangunan jalan raya dan fasilitas umum
- Perumahan elite Belanda di pusat kota
- Munculnya sekolah-sekolah modern pertama
- Perkembangan komunitas ekspatriat dan penduduk lokal
Dari sinilah Bandung mulai dikenal sebagai kota modern di Priangan.
6. Perkembangan Pendidikan dan Budaya di Bandung
Selama masa kolonial, Bandung menjadi pusat pendidikan penting. Pada awalnya sekolah-sekolah tersebut hanya untuk golongan Belanda dan kaum elite lokal. Namun, ini membuka jalan bagi lahirnya tokoh-tokoh penting Indonesia di kemudian hari.
Selain itu, unsur budaya seperti teater, musik, dan pers seni berkembang pesat di Bandung pada periode ini, yang memberikan ciri khas tersendiri bagi kota yang kemudian disebut Paris van Java.
7. Masa Pergerakan Nasional (1920-1942)
Di Bandung mulai tumbuh kesadaran nasionalis yang kuat. Beberapa organisasi pergerakan nasional mendirikan cabang atau pusat kegiatan di Bandung, yang membuat kota ini menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan Indonesia.
Tokoh-tokoh penting sering berkumpul di Bandung untuk merancang strategi gerakan kemerdekaan.
8. Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)
Peristiwa penting lain dalam sejarah Bandung adalah masa pendudukan Jepang selama Perang Dunia II. Pemerintahan kolonial Belanda runtuh dan digantikan oleh pendudukan militer Jepang.
Pengaruh pendudukan Jepang cukup besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi. Rakyat Bandung mengalami berbagai perubahan, termasuk rasionalisasi sumber daya dan berbagai kegiatan militer yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.
9. Proklamasi Kemerdekaan dan Bandung Pasca-1945
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Bandung menjadi salah satu kota yang aktif dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.
Pertempuran Bandung dalam Agresi Militer Belanda I dan II menjadi catatan penting perjuangan rakyat Bandung untuk mempertahankan wilayah dari upaya kolonialisasi kembali.
10. Bandung dalam Era Republik Indonesia
Setelah masa perjuangan, Bandung resmi menjadi bagian dari Republik Indonesia. Kota ini berkembang pesat sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, teknologi, kreatif, dan pariwisata.
Beberapa perubahan berikut menjadi tonggak penting:
- Pusat pembangunan ekonomi dan industri kecil
- Perkembangan universitas negeri dan swasta
- Pusat budaya dan seni modern
- Transformasi kawasan pusat kota
11. Bandung sebagai Kota Pendidikan dan Inovasi
Saat ini Bandung dikenal sebagai kota pelajar karena sejumlah perguruan tinggi besar yang ada di dalamnya, seperti:
- Universitas Pendidikan Indonesia
- Institut Teknologi Bandung
- Universitas Padjadjaran
…dan banyak kampus swasta lain yang turut mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Keberadaan kampus-kampus ini menjadikan Bandung sebagai kota dengan segudang inovasi dan kreativitas.
12. Bandung sebagai Kota Pariwisata
Seiring dengan berjalannya waktu, Bandung bukan hanya sekadar kota pemerintahan atau pendidikan, tetapi juga destinasi wisata penting di Indonesia. Kota ini dikunjungi jutaan wisatawan dari dalam dan luar negeri setiap tahunnya.
Ingin referensi tempat wisata Bandung terbaru dan lagi viral tahun 2026? Cek artikel lengkapnya di sini 👉
👉 15 Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 yang Lagi Viral.
Dari wisata alam, kuliner, sampai ke spot kekinian, Bandung selalu punya kejutan baru!
13. Identitas Budaya Bandung yang Kuat
Tak lengkap jika membahas sejarah Bandung tanpa menyentuh unsur budaya yang kental:
- Bahasa Sunda yang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari
- Kesenian tradisional seperti Jaipong dan angklung
- Upacara adat serta festival budaya yang rutin digelar
Kekuatan budaya lokal ini membuat Bandung menjadi kota dengan karakter kuat yang tetap lestari meskipun mengalami modernisasi cepat.
14. Perkembangan Ekonomi dan Urbanisasi
Pertumbuhan ekonomi Bandung bukan hanya terjadi di pusat kota, tetapi juga di kawasan pinggiran. Hal ini menciptakan urbanisasi yang cepat, dengan kawasan hunian, komersial, dan industri berkembang pesat.
Perkembangan ini menjadikan Bandung sebagai kawasan metropolitan yang terus diperhitungkan di Indonesia.
15. Masa Depan Bandung: Smart City dan Pariwisata Berkelanjutan
Bandung kini bertransformasi menjadi smart city, dengan strategi digitalisasi pelayanan publik, transportasi, dan layanan warga. Pendekatan ini menjadi daya tarik baru bagi investor dan turis yang ingin merasakan pengalaman modern di kota bersejarah ini.
Pariwisata berkelanjutan juga menjadi fokus penting agar setiap tempat wisata tetap lestari dan mendukung ekonomi lokal.
Penutup: Makna Sejarah Bandung untuk Generasi Kini
Mempelajari sejarah Kota Bandung bukan hanya soal fakta masa lalu, tetapi juga cara memahami jati diri kota ini. Dari peran strategis selama kolonial hingga transformasinya sebagai kota kreatif dan wisata modern, Bandung terus menulis babak baru dalam sejarahnya.
Dengan kekayaan sejarah dan budaya, Bandung tetap menjadi magnet bagi pelajar, wisatawan, dan para profesional yang mencari peluang.
👉 Ingin tahu destinasi wisata Bandung terbaru dan viral? Baca rekomendasi lengkapnya di sini:
➡️ 15 Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 yang Lagi Viral.